THE ROLE OF THE ISLAMIC EDUCATION SUBJECT AND LOCAL TRADITION IN STRENGTHENING NATIONALISM OF THE BORDER SOCIETY (STUDY IN TEMAJUK VILLAGE SAMBAS REGENCY OF WEST BORNEO)
Abstract
Temajuk village is one of the areas in the regency of Sambas, West Borneo, which is a bordering area with Malaysia. The location which is far from the center of government and close to the territory of another country can, to some extent, threaten the border society’s nationalism. Through a qualitative approach, this study examined the role of the Islamic education subject (PAI) and the local tradition (Saprahan) in strengthening the nationalism of the border people. The results showed that at least there are three teaching materials of Islamic Education (PAI) relevant to the values of nationalism i.e., democracy, tolerance, and unity and harmony. Such materials have a strategic role in providing nationalism reinforcement for students at a senior high school level. Meanwhile, the Saprahan tradition which has been held fast by Temajuk people showed that their nationalism principles are contained therein, i.e., unity, equality, and performance. The tradition also has a social function for the inhabitants of Temajuk to meet their basic and secondary needs.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adisusilo, Sutarjo. N.d. “Nasionalisme-Demkorasi-Civil Society”. Accessed on February 3rd, 2017 from: https://www.usd.ac.id/lembaga/lppm/.../NASIONALISME%20sutarjo%20adisusilo.pdf
Andilala. 2016. “Pontianak Perkenalkan Tradisi Makan Saprahan”. Accessed on March 20th, 2017 from: http://www.antarakalbar.com/berita/340303/pontianak-perkenalkan-tradisi-makan-saprahan.
Anggorowati, Puput and Sarmini. 2015. “Pelaksanaan Gotong Royong di Era Global (Studi Kasus di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan)”. Kajian Moral dan Kewarganegaraan. 1(3): 39-53.
Badan Pusat Statistik. 2014. Kecamatan Paloh dalam Angka 2014.
Bakker, R. 2012. Pembinaan Nasionalisme Generasi Muda di Wilayah Perbatasan Indonesia dengan Timor Leste melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Unpublished Ph.D Thesis for Indonesian Education University.
Baswedan, Anies, et al. 2010. “Menelusuri Konflik Indonesia Malaysia”. Update Indonesia. V(6): 2-12.
Daymon, Christine and Immy Holloway. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations & Marketing Communications. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Ember, Carol. R and Melvin Ember. 2006. “Teori dan Metoda Antropologi Budaya”. In Pokok-pokok Antropologi Budaya. T.O. Ihromi (ed.). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Endraswara, Suwardi. 2006. Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Ideologi, Epistemologi, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Gara, Putra. 2011. Kesatria Khatulistiwa. Bandung: Qanita.
Hendrastomo, Grendi. 2007. “Nasionalisme Vs Globalisasi”. DIMENSIA. 1(1): 1-11.
Hendry Ar, Eka, et al. 2013. “Integrasi Sosial dalam Masyarakat Multi Etnik”. Walisongo. 21(1): 191-218.
Kusumawardani, Anggraeni and Faturochman. 2004. “Nasionalisme”. Buletin Psikologi. XII. (2): 61-72.
Ma’ani, Haris. 2015. Faktor-faktor Penyebab Konflik Perbatasan Antara Indonesia dan Malaysia dalam Kasus Camar Bulan. Unpublished Under Graduate Thesis for Faculty of Social and Political Science University of Muhammadiyah Yogyakarta.
Makmur K, Ade. 2014. “Pemikiran dan Wacana Ketahanan Budaya”. In Ketahanan Budaya: Pemikiran dan Wacana. Ade Makmur and Sugih Biantoro (ed). Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan.
Manan, M.’Azzam and Thung Ju Lan. 2011. “Nasionalisme dan Ketahanan Budaya Indonesia: Sebuah Pengantar”. In Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia. Thung Ju Land and M. Azzam Manan (ed). Jakarta: LIPI Press.
Marihandono, Djoko. 2011. “Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat: Sumber Sejarah dan Permasalahannya”. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya. 1(2): 132-151.
Moesa, A.M. 2007. Nasionalisme Kiai: Konstruksi Sosial Berbasis Agama. Yogyakarta: LKiS.
Muawanah, Siti. 2015. “Nasionalisme Melalui Pendidikan Agama pada Peserta Didik SMA/SMK/MA di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat”. SMaRT. 1(2): 137-150.
Muhamad, Simela Victor. 2011. “Masalah Perbatasan Indonesia-Malaysia”. Info Singkat Hubungan Internasional. III. (20): 5-8.
Muljana, Slamet. 2008. Kesadaran Nasional dari Kolonialisme Sampai Kemerdekaan. Yogyakarta: LKiS.
Pamungkas, Cahyo. 2015. “Nasionalisme Masyarakat di Perbatasan Laut: Studi Kasus Masyarakat Melayu-Karimun”. Jurnal Masyarakat Indonesia. 41(2): 147-162.
Pawito, 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS.
“Perbedaan di Perbatasan itu Nyata Adanya”. Accessed on January 24th, 2017 from: http://regional.kompas.com/read/2010/07/19/09142461/Perbedaan.di.Perbatasan.itu.Nyata.Adanya
Permata H, Rima Vien and Anita Trisiana. 2012. “Model Pembelajaran Nasionalisme Project Citizen pada Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas untuk Mewujudkan Karakter Cinta Tanah Air kepada Peserta Didik”. Accessed on February, 1st, 2017 from: https://eprints.uns.ac.id/12648/1/Publikasi_Jurnal_(117).pdf.
Prasojo, Zainuddin Hudi. 2013. “Dinamika Masyarakat Lokal di Perbatasan”. Walisongo. 21(2): 417-435.
Raharjo, Sandy Nur Ikfal. 2013. “Kebijakan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat Indonesia Malaysia (Studi Evaluatif di Kecamatan Entikong)”. Widyariset. 16(1): 73-80.
Saleh, Muhammad Hairul. 2011. “Model Pemaknaan Nasionalisme Masyarakat Pulau Sebatik Kalimantan Timur”. Borneo Administrator. 7(2): 202-221.
Santosa, Purbayu Budi and Muliawan Hamdani. 2007. Statistika Deskriptif dalam Bidang Ekonomi dan Niaga. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
Setiawan, Ary. 2013. “Analisis Perbandingan Pembangunan Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Komparatif Pembangunan Perbatasan Sebatik-Tawau)”. eJournal Ilmu Hubungan Internasional. 1(3): 693-702.
Sukoco. 2016. “Warga Perbatasan Pilih PIndah Jadi WN Malaysia atau Punya KTP Ganda”. Accessed on January 24th, 2017 from: http://regional.kompas.com/read/2016/07/20/09203651/warga.perbatasan.pilih.pindah.jadi.wn.malaysia.atau.punya.ktp.ganda.
Suprihatin, Yeni Mulyani. 2010. “Nasionalisme dalam Siti Nurbaya Karya Marah Rusli”. Sosioteknologi. 19(9): 797-811.
Susanto, Heri. 2015. “Pemahaman Sejarah Daerah dan Persepsi terhadap Keberagaman Budaya dalam Membina Sikap Nasionalisme”. Sejarah dan Budaya. IX. (1): 39-50.
Tangkilisan, Yuda B. 2013. “Indonesia dan Masalah Perbatasan: Beberapa Masalah dalam Perkembangan Daerah Tapal Batas sebagai Bagian Perekonomian Nasional dari Perspektif Sejarah”. Kajian Sejarah dan Pendidikan Sejarah. 1(1): 85-96.
The Village Potential of Temajuk. 2014.
Thoyar, Husni. 2011a. Pendidikan Agama Islam Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.
Thoyar, Husni. 2011b. Pendidikan Agama Islam Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.
Tirtosudarmo, Riwanto. 2011. “Nasionalisme dan Ketahanan Budaya: Beberapa Catatan dari Perspektif Demografis”. In Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia. Thung Ju Land an M. Azzam Manan (ed). Jakarta: LIPI Press.
Utama, Eka Jaya Putra. 2013. “Materi Sejarah dalam Buku Teks Muatan Lokal Pendidikan Multikultur Kalimantan Barat”. SOCIA, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. 10(2): 157-166.
“Warga Perbatasan Eksodus Ke Malaysia, Ini Reaksi JK”. Accessed on January 24th, 2017 from: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/558286-warga-perbatasan-eksodus-ke-malaysia--ini-reaksi-jk.
“Warga Perbatasan Lebih Senang Belanja ke Malaysia, Ini Penyebabnya”. Accessed on January 24th, 2017 from http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2804834/warga-perbatasan-lebih-senang-belanja-ke-malaysia-ini-penyebabnya.
Wulan, Adisti Primi. N.d. Adat Budaya Saparahan. Paper presented at a Discussion and National Seminar III AJPBSI.
“2.000 WNI Jadi Warga Malaysia, Sungguh Ironis”. Kompas, 3 Juni 2010.
DOI: https://doi.org/10.18784/analisa.v2i01.426
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Analisa

Analisa: Journal of Social and Religion is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











