NARASI KEBAHAN SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK PADA MASYARAKAT NANGA PINOH, MELAWI

Yusriadi Yusriadi, Ismail Ruslan Ismail Ruslan, Hariansyah Hariansyah

Abstract


Narasi selalu ada menyertai kehidupan masyarakat, membentuk gambaran mengenai banyak hal tentang mereka. Narasi dapat menggambarkan bagaimana pikiran, harapan dan prilaku masyarakat, langsung atau tidak langsung. Narasi yang ditampilkan melalui bahasa memiliki kekuatan lebih untuk memvisualisasi kekayaan budaya penggunanya. Kehadiran istilah tertentu dalam bahasa masyarakat tertentu menunjukkan kekayaan penggunanya. Oleh karena itu, bahasa sering dilihat sebagai jendela untuk melihat sesuatu yang terdapat dalam komunitas pengguna.Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana narasi melalui kehadiran istilah tertentu pada suku Kebahan, Melawi, yang terkait resolusi konflik. Data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi di Nanga Pinoh dan sekitarnya, pada Oktober 2017, menunjukkan bahwa penutur Kebahan memiliki istilah dan narasi tentang hidup rukun. Konsep Kebahan Penyelopat, ngawa’, kritik Kerampak Kebahan, dan lain-lain, merupakan contoh bagaimana mereka mengingatkan diri tentang peran dan kedudukan mereka sebagai penyeimbang dalam masyarakat majemuk. Posisi ini terus dikukuhkan melalui pengukuhan identitas Kebahan dan penanaman kesadaran bahwa Kebahan dapat merangkul orang yang berbeda agama (Islam dan Katolik) karena mereka dapat "masuk" ke dalam suku-suku tersebut.

Keywords


Kebahan, Bahasa, Narasi Kebahan, Resolusi Konflik

References


[Bagian Hukum]. 2015. Adat Istiadat Suku Dayak dan Suku Dayak yang beragama Islam Kabupaten Melawi. Nanga Pinoh: Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Melawi.

Collins, James T. 1999. Keragaman Bahasa di Kalimantan Barat. Makalah pada Festival Budaya Nusantara Regio Kalimantan, Pontianak, 10 September.

Collins, James T. 2001. Contesting straits-Malayness: The fact of Borneo. Journal of Southeast Asian Studies, Vol 32 (3): 385-395.

Davis, Joseph E. 2002. Stories of change: Narrative and social movements. Albany: State University of New York Press.

Geertz, C. 1998. After the Fact: Dua Negeri, Empat Dasawarsa, Satu Antropolog. Yogyakarta: LkiS.

Hariansyah, Yusriadi dan Ismail Ruslan. 2017. Pemertahanan Identitas Kebahan Sebagai Prototype Membangun Hubungan Islam-Kristen di Kalimantan Barat. LP2M, IAIN Pontianak. Laporan Penelitian.

[Indah]. 2014. Suku Katab Kebahan. Indahf3ani.blogspot.co.id. Download 24 November 2017.

[KDA]. 2017. Kecamatan Nanga Pinoh dalam Angka. Nanga Pinoh: Kantor Camat Nanga Pinoh.

Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Mufatis Maqdum, 2012. Hipotesis Safir-Whorf dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa-bahasa di Indonesia. Dalam http://mufatismaqdum.wordpress.com. Download 24 November 2017.

Levine, D. ed. 2014. Religion and Political Conflict in Latin America. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

[Merdeka]. 2017. Bercanda bawa bom di bandara, wanita cantik ini langsung diamankan. Dalam m.merdeka.com. 8 April 2017.

Mindes, G. 2006. Teaching Young Children Social Studies. California: Praeger Publishers.

M. Munandar Sulaeman. 2015. Resolusi Konflik Pendekatan Ilmiah Modern dan Model Tradisional Berbasih Pengetahuan Lokal, Kasus di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Sosiohumaniora, Vol. 17 No 1, Maret 2015 41-48.

NS Hidayat. 2014. Hubungan Berbahasa, Berpikir dan Berbudaya. Jurnal Sosial Budaya Vol 11 No 2 Juli-Desember 2014. Hal 190-205.

[Rudy]. 2012. Sejarah Suku Kebahan Penyelopat. Dalam rudyble.blogspot.co.id. download 27 November 2017.

Sellato, B. 1987. 1987, Notes on the Kebahan of West Kalimantan. Dalam /www.researchgate.net/publication/ Download 28 November 2017.

Sutini Ibrahim. 1995. Senganan. Makalah pada Festival Istiqlal di Pontianak, 29 Agustus.

Umi Masfiah. 2015. Falsafah Damai untuk Borneo, Studi Terhadap Pesan Damai dalam Karya Tiga Cendikiawan Muslim Kalbar Pasca Reformasi. Jurnal SmaRT Vol 1 No. 1 Juni 2015: 55-67

Yusriadi. 2008. Memahami Kesukubangsaan di Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Yusriadi. 2015. Identitas Orang Melayu di Hulu Sungai Sambas. Jurnal Khatulistiwa Vol. 5 (1): 74-99.

Yusriadi. Ed. 2017. Pesan Damai untuk Kalbar. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Yusriadi dan Haitami Salim, Ed. 2001. Dayak Islam di Kalimantan Barat. Proseding Seminar Dayak Islam di Kalimantan Barat, STAIN, FUI dan MABM KB.

Zaenuddin. 2011. Indigenous community identity within muslim society in Indonesia: A study of Katab Kebahan Dayak in West Borneo. Journal of Islamic Studies Vol. 22 No. 1 (January 2011): 50-65.

Zaenuddin. 2012. Identitas Dayak Katab Kebahan di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat (Studi tentang Konstruksi Identitas Etno-Religio pada Masyarakat Dayak). Disertasi UGM Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v4i1.583
Abstract - 799 PDF (Bahasa Indonesia) - 252

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Yusriadi Yusriadi, Ismail Ruslan Ismail Ruslan, Hariansyah Hariansyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.